Site icon Tanah Airku

Hendropriyono Bicara Potensi Benny Wenda-KKB Bersatu untuk Referendum Papua

Jakarta

Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Sekolah Tinggi Hukum Militer, AM Hendropriyono, memprediksi akan ada sinergi antara kelompok Benny Wenda dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Sinergi itu mengarah untuk meminta referendum Papua.

“Ini akan terjadi sinergitas, yang tadinya antara yang main politik di luar, yaitu Papua Barat dengan yang main gerilya di hutan yaitu KKB,” kata Hendropriyono saat berbincang dengan detikcom di kediamannya, kawasan Senayan, Jakarta, Senin (4/1/2021).

“Yang ada di Papua Barat gerilya politik ini markasnya di Inggris, di pimpin Benny Wenda. Sedangkan di Papua itu markasnya di Kuala Kencana (Tembagapura) lalu dia bersatu, terus didukung oleh luar negeri, selesai. Tapi 2021 akan mengarah ke situ, mengarah kepada mereka bersatu untuk minta referendum. Itu arahnya ke situ,” lanjutnya.

Namun, menurut Hendropriyono, itu tidak akan terjadi pada 2021 ini. Sebab, sebut dia, dukungan yang diterima Benny Wenda dkk belum masif.

“Tapi tidak terjadi di tahun 2021 menurut saya, kenapa, konsolidasinya saya baca baru liat Inggris, Belanda, Jerman,” ujarnya.

Purnawirawan jenderal TNI ini lalu menyinggung identitas KKB yang dianggap di Indonesia. Dia menilai seharusnya Indonesia memasukkan KKB ke kelompok teroris, seperti di Spanyol dan Kanada.

“Kita ini mestinya seperti Spanyol dan Kanada. Spanyol kan organisasi yang ekstrem itu dia sebut teroris. Kemudian yang Kanada dia minta PBB masukkan jenis teroris. Begitu dimasukkan ke jenis teroris nggak ada yang bisa ceramah di universitas,” ujarnya.

“Kita mestinya ke situ. Jadi ini tarolah di situ. Ini malah kita bilang kelompok kriminal bersenjata,” lanjut Hendropriyono.

Benny Wenda sendiri terakhir ‘berulah’ pada awal Desember 2020. Simak di halaman berikutnya.

Exit mobile version