Site icon Tanah Airku

Kapolda Papua Kutuk Keras Pembakaran Pesawat MAF: Kami Akan Buru Pelaku

Jakarta

Polisi masih menyelidiki kasus pembakaran pesawat perintis milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan registrasi PK-MAX oleh KKB di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengutuk keras kejadian pembakaran pesawat milik misionaris yang kerap melayani warga Papua itu.

Irjen Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya akan terus mendalami para pelaku pembakaran pesawat MAF di Intan Jaya, Papua. Ia menegaskan akan terus memburu para pelaku pembakaran pesawat itu.

Menurutnya, saat ini para pelaku sudah teridentifikasi. Para pelaku merupakan kelompok pemuda yang memiliki senjata api. Karena punya senjata api itulah mereka melakukan teror.

“Saya mengutuk keras peristiwa pembakaran pesawat milik misionaris. Sudah berpuluh-puluh tahun misionaris melayani orang Papua, dari desa ke desa, masih saja ada manusia model seperti itu. Itu sudah bukan manusia lagi. Kami sudah identifikasi mereka. Kami akan buru itu orang sampai ke mana pun,” kata Irjen Paulus kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021).

Paulus menambahkan pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait orang yang menyewa pesawat MAF. Ternyata mereka adalah warga setempat yang sedang membawa bahan makanan.

“Jadi dua orang yang ada di pesawat itu warga yang membawa bahan makanan. Mereka menumpang dengan tarif reguler,” tambah Paulus.

Sebelumnya, pesawat perintis milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dengan registrasi PK-MAX dibakar KKB di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pilot yang merupakan WN Amerika, Alex Luferchek, sempat shock dan sudah dievakuasi ke Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pesawat yang dipiloti WN Amerika atas nama Alex Luferchek berangkat dari Bandara Nabire dengan membawa dua penumpang masyarakat tujuan Pagamba (bandara perintis milik MAF) Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya.

Dihubungi secara terpisah, Kapolda menyatakan jajarannya belum bisa masuk ke TKP pembakaran pesawat MAF lantaran kampung itu sangat terisolasi. Transportasi yang bisa menghubungkan ke kampung itu hanya pesawat. Letak geografis lokasi itu berada di ketinggian yang sangat ekstrem dan tidak ada jaringan komunikasi.

“Keterangan yang diperoleh dari pilot bahwa, saat pesawat mendarat di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, tiba-tiba keluar 10 orang lebih dengan membawa senjata laras panjang dan pendek, dan meminta pilot untuk duduk di samping pesawat, dan 10 orang itu menurunkan barang-barang dari pesawat, kemudian mereka merusak pesawat dan membakarnya,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus di Timika, Papua.

(hel/hel)

Exit mobile version