JAKARTA — Sebuah momen hangat dan penuh haru tersaji di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menerima langsung kedatangan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) asal Jambi.
Para pejuang aspal ini rela menempuh perjalanan jauh melintasi jalur darat demi sebuah misi penting. Di hadapan mereka, Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan komitmennya dalam menjalankan misi besar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Misi utama tersebut adalah mengubah wajah Polri menjadi institusi yang jauh lebih melayani, bersahabat, dan aktif membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Menurut jenderal bintang dua ini, pendekatan lalu lintas saat ini sudah mengalami pergeseran paradigma.
Polantas kini tidak lagi hanya berorientasi pada penindakan hukum di jalanan. Korlantas Polri kini lebih mengedepankan pendekatan hati serta edukasi keselamatan berkendara bagi seluruh pengguna jalan.
“Saya sebagai Kakorlantas Polri tidak bangga melakukan penegakkan hukum. Tetapi kami bangga ketika dekat dengan masyarakat, merangkul masyarakat, dan masyarakat patuh demi keselamatan,” tegas Irjen Pol. Agus dengan humanis.
Jenderal yang dikenal dekat dengan warga ini menjelaskan, Korlantas memiliki program unggulan bernama “Polantas Menyapa”. Program ini menjadi langkah taktis kepolisian untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dengan komunitas otomotif serta pengemudi ojol di berbagai daerah.
Demi mendengar langsung aspirasi para pengemudi, Irjen Pol. Agus mengaku telah melakukan safari ke sejumlah wilayah. Daerah yang dikunjungi mulai dari Medan, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Jambi.
Dalam kesempatan itu, Kakorlantas memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan komunitas ojol Jambi yang rela datang langsung ke Jakarta. Semangat dan kekompakan mereka dinilai menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam membangun organisasi yang solid.
“Tidak mudah mengelola ribuan orang dengan satu tujuan. Perjuangan dari Jambi ke Korlantas untuk bertemu Kapolri dan Kakorlantas ini luar biasa,” ungkapnya bangga.
Sementara itu, Penasihat Tim Khusus Anti Begal (Tekab) Ojol Jambi, Dianton, mengungkapkan kedatangan mereka sejauh ribuan kilometer ini adalah bentuk apresiasi nyata. Mereka sangat merasakan dampak positif dari program “Korlantas Menyapa” di daerah.
“Alhamdulillah hari ini sudah diskusi bersama Pak Kakorlantas langsung. Dengan adanya Korlantas menyapa ojol di seluruh Indonesia, alhamdulillah di Provinsi Jambi sangat melekat dan berdampak positif,” kata Dianton.
Menurut Dianton, kedekatan yang terjalin membuat para pengemudi merasa lebih diperhatikan dan dilindungi saat mencari nafkah. Hubungan emosional yang baik ini memberikan suntikan semangat baru bagi para ojol yang setiap hari bekerja di jalanan demi keluarga.
Menariknya, dalam audiensi yang berlangsung gayeng tersebut, komunitas ojol Jambi turut membawa usulan besar. Mereka mengusulkan pembentukan organisasi nasional bernama Ojol Nusantara sebagai wadah tunggal kebersamaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, mereka juga meminta kesediaan pucuk pimpinan kepolisian untuk menjadi pelindung organisasi tersebut. Komunitas ojol Jambi berharap Kapolri berkenan menjadi Bapak Ojol Nusantara, dan Kakorlantas sebagai wakilnya.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan rasa haru dan syukur. Para perwakilan ojol Jambi mengaku lelah mereka selama dua hari perjalanan darat menuju Jakarta langsung terbayar lunas setelah disambut hangat oleh Kakorlantas Polri.

