• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Mei 26, 2026
  • Login
  • Beranda
  • Politik
  • Seputar Papua
  • Pendidikan
  • Isu Kini
No Result
View All Result
bangunpapua.com
  • Beranda
  • Politik
  • Seputar Papua
  • Pendidikan
  • Isu Kini
No Result
View All Result
bangunpapua.com
No Result
View All Result
Home Isu Kini

Kakorlantas Irjen Agus: Kesadaran Sosial Jauh Lebih Kuat Daripada Kamera ETLE

Salma Hasna by Salma Hasna
26 Mei 2026
in Isu Kini
0 0
0
Saat Mayoritas Tertib Bergerak Menjaga Jalan Bersama

Saat Mayoritas Tertib Bergerak Menjaga Jalan Bersama

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Di tengah dinamika lalu lintas yang kerap dipenuhi oleh cerita miring tentang pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan, ada satu hal penting yang sering kali terlupakan. Sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya selalu berusaha untuk tertib.

Mereka konsisten memakai helm standar, patuh berhenti di belakang garis lampu merah, menjaga kecepatan aman, dan menghormati hak pengguna jalan lain. Namun, kepatuhan yang senyap ini sering kali kalah terlihat dibanding aksi pelanggaran yang mencolok.

Akibatnya, suara dan kontribusi dari mayoritas pengendara yang tertib ini tenggelam oleh perilaku abai aturan dari segelintir orang. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., membaca persoalan ini sebagai sebuah tantangan sosial yang besar, bukan semata urusan penindakan hukum.

Menurutnya, membangun budaya keselamatan yang kokoh tidak akan cukup jika polisi hanya menghabiskan energi untuk mengawasi para pelanggar. Langkah yang jauh lebih krusial adalah menggerakkan kelompok masyarakat yang sudah tertib ini agar menjadi motor penggerak perubahan di jalan raya.

“Kami ingin mayoritas masyarakat yang tertib ikut menjadi kekuatan perubahan di jalan raya,” ujar Irjen Agus dalam kampanye keselamatan lalu lintas Korlantas Polri.

Kalimat tersebut menunjukkan dengan jelas adanya arah baru dalam paradigma pelayanan Polantas. Petugas di lapangan kini tidak hanya sibuk mencari siapa yang salah, melainkan juga fokus menguatkan dan mengapresiasi mereka yang sudah bertindak benar.

Mengubah Narasi Jalan Raya Menjadi Lebih Positif

Selama ini, narasi tentang lalu lintas di Indonesia terlalu sering dibingkai secara negatif di ruang publik. Padahal, jika mau melihat dengan lebih jernih, jutaan pengguna jalan setiap harinya sudah berupaya keras mematuhi rambu-rambu yang ada.

Mereka mungkin tidak bersuara di media sosial, tetapi setiap hari mereka ikut merawat keteraturan kota melalui tindakan-tindakan sederhana yang nyata. Pengendara yang sabar mengantre di lajur yang benar, memberi ruang prioritas kepada mobil ambulans, atau menolak ikut-ikutan melawan arus sesungguhnya adalah pahlawan keselamatan yang asli.

Sayangnya, perilaku baik dan terpuji semacam ini jarang mendapatkan panggung atau sorotan luas. Padahal, justru dari kelompok mayoritas yang disiplin inilah fondasi budaya tertib berlalu lintas yang kuat dapat diperluas dan ditularkan ke lingkungan sekitar.

Budaya Disiplin Harus Tumbuh dari Bawah

Irjen Agus memahami bahwa budaya tertib tidak akan pernah cukup jika hanya dibangun menggunakan lembaran aturan tertulis atau instruksi formal dari atas (top-down). Nilai keselamatan harus tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang-ulang di jalan raya hingga mengkristal menjadi nilai sosial yang dihormati bersama.

Ketika disiplin sudah dipandang sebagai sesuatu yang wajar, keren, dan terhormat oleh sirkel pergaulan masyarakat, maka tingkat kepatuhan tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya sosok petugas polisi di persimpangan jalan. Tantangan terbesarnya saat ini adalah mengikis normalisasi terhadap pelanggaran-pelanggaran kecil.

Aksi seperti menyerobot marka jalan atau menerobos lampu merah di saat sepi kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, dari pembiaran kebiasaan kecil yang keliru itulah risiko kecelakaan fatal di jalan raya bermula.

Oleh karena itu, Korlantas Polri kini gencar memaksimalkan ruang digital, media sosial, kampanye kreatif, hingga dialog tatap muka dengan berbagai komunitas transportasi. Saluran-saluran komunikasi ini dimanfaatkan untuk mengajak warga menjadi teladan keselamatan.

Kesadaran Sosial Jauh Lebih Kuat dari Pengawasan Kamera

Pada prinsipnya, tidak ada satu pun sistem pengawasan di dunia yang mampu mengontrol seluruh gerak-gerik perilaku manusia selama 24 jam penuh. Kamera canggih ETLE memang bisa merekam visual pelanggaran dengan presisi dan polisi bisa menggelar razia berkala.

Namun, tanpa adanya kesadaran sosial yang tertanam di dalam dada masing-masing pengendara, pelanggaran-pelanggaran baru akan terus bermunculan di titik-titik yang luput dari pengawasan. Fondasi keselamatan yang paling abadi adalah komitmen moral dari pengendara itu sendiri.

Ketika seorang pengendara motor memilih untuk tetap berhenti di belakang garis lampu merah meskipun kondisi jalanan sekitar sedang sangat sepi, ia sejatinya sedang melindungi nyawa orang lain yang bahkan tidak dikenalnya. Begitu pula saat pengendara mobil menurunkan kecepatan untuk memberi jalan kepada pejalan kaki.

Di situlah letak titik tertinggi dari budaya keselamatan transportasi, yaitu ketika tertib berlalu lintas bukan lagi didasari oleh rasa takut terhadap sanksi denda tilang atau kejaran kamera pengawas. Tertib berkendara dilakukan murni karena adanya rasa peduli dan tanggung jawab yang besar terhadap hak hidup sesama manusia.

Tags: Budaya TertibKakorlantas PolriKeselamatan JalanOperasi Patuh 2026Polantas Humanis
Salma Hasna

Salma Hasna

Next Post
Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Login
Notify of
guest

guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
  • Trending
  • Comments
  • Latest
kaesang-pangarep-dan-erina-gudono-baju-adat-papua

Pesona Baju Adat Papua: Simbol Keharmonisan dengan Alam dan Identitas Budaya yang Kuat

17 Juli 2025
Papua: Sejarah Singkat Tanah Surga di Ujung Timur Nusantara

Papua: Sejarah Singkat Tanah Surga di Ujung Timur Nusantara

17 Juli 2025
KPU Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilkada di Papua dan Boven Digoel

KPU Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilkada di Papua dan Boven Digoel

8 Agustus 2025
Lirik Lagu Daerah Papua

8 Lirik Lagu Daerah Papua yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Budaya

21 Juli 2025
kaesang-pangarep-dan-erina-gudono-baju-adat-papua

Pesona Baju Adat Papua: Simbol Keharmonisan dengan Alam dan Identitas Budaya yang Kuat

0
Papua: Sejarah Singkat Tanah Surga di Ujung Timur Nusantara

Papua: Sejarah Singkat Tanah Surga di Ujung Timur Nusantara

0
Biak Numfor Gagas Kerja Sama Perikanan Saireri untuk Suplai Ikan ke Pegunungan Papua

Biak Numfor Gagas Kerja Sama Perikanan Saireri untuk Suplai Ikan ke Pegunungan Papua

0
Lirik Lagu Daerah Papua

8 Lirik Lagu Daerah Papua yang Menyentuh Hati dan Sarat Makna Budaya

0
Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

26 Mei 2026
Saat Mayoritas Tertib Bergerak Menjaga Jalan Bersama

Kakorlantas Irjen Agus: Kesadaran Sosial Jauh Lebih Kuat Daripada Kamera ETLE

26 Mei 2026
Implementasi Humanis Operasi Patuh 2026 Mulai Menjamur di Berbagai Polres Daerah

Implementasi Humanis Operasi Patuh 2026 Mulai Menjamur di Berbagai Polres Daerah

26 Mei 2026
Merry Riana Apresiasi Korlantas Polri, Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Pelayanan

Merry Riana Bagikan Formula ‘SMILE’ untuk Personel Polantas yang Bertugas di Lapangan

26 Mei 2026

Recommended

Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

Kakorlantas Irjen Agus: Keselamatan Angkutan Barang Bukan Beban Operasional Bisnis

26 Mei 2026
Saat Mayoritas Tertib Bergerak Menjaga Jalan Bersama

Kakorlantas Irjen Agus: Kesadaran Sosial Jauh Lebih Kuat Daripada Kamera ETLE

26 Mei 2026
Implementasi Humanis Operasi Patuh 2026 Mulai Menjamur di Berbagai Polres Daerah

Implementasi Humanis Operasi Patuh 2026 Mulai Menjamur di Berbagai Polres Daerah

26 Mei 2026
Merry Riana Apresiasi Korlantas Polri, Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Pelayanan

Merry Riana Bagikan Formula ‘SMILE’ untuk Personel Polantas yang Bertugas di Lapangan

26 Mei 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
© Copyright Bangunpapua Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Politik
  • Seputar Papua
  • Pendidikan
  • Isu Kini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
wpDiscuz
Go to mobile version